Hallo teman-teman, selamat datang kembali diblog saya yang simple ini. Dipostingan kali ini saya akan membahas mengenai "Database", mulai dari pengertian, fungsi, manfaat, sistem, komponen sistem database, database language, kelebihan data base hingga tipe-tipe file dalam database.
Database dan sistem database menjadi komponen utama dalam kehidupan masyarakat modern ini. Berbagai aktivitas manusia secara tidak langsung berhubungan dengan database.
1. Pengertian Database
Basis Data terdiri dari kata basis dan data. Basis dapat diartikan sebagai markas atau gudang. Sedangkan data adalah catatan atas kumpulan fakta dunia nyata yang mewakili objek seperti manusia, barang, hewan, konsep, peristiwa dan sebagainya yang diwujudkan dalam bentuk huruf, angka, simbol, gambar, teks, bunyi atau kombinasinya.
Sebagai suatu kesatuan maka pengertian basis data atau biasa disebut database adalah sebagai berikut:

- Himpunan kelompok data yang saling terhubung dan diorganisasi sedemikian rupa supaya kelak dapat dimanfaatkan kembali secara cepat dan mudah.
- Kumpulan data dalam bentuk file/tabel/arsip yang saling berhubungan dan tersimpan dalam media penyimpanan elektronis, untuk kemudahan dalam pengaturan, pemilahan, pengelompokan dan pengorganisasian data sesuai tujuan.
Dengan basis data seseorang dapat menyimpan sebuah informasi, seperti data mahasiswa, kepegawaian atau produk ke dalam media penyimpanan elektronis seperti cakram magnetis (disk) melalui perangkat komputer, Untuk kemudian data tersebut dapat kita gunakan sesuai keperluan.
Database mempunyai 8 operasi dasar diantaranya adalah Create database, Drop database, create table, Drop table, Insert, Read, Update dan Delete.
Secara singkat, sistem adalah kumpulan komponen yang saling berhubungan dan disatukan untuk bersama- sama mencapai suatu tujuan tertentu.
Basis data adalah objek yang tidak dapat bergerak sendiri, ia membutuhkan program/aplikasi sebagai penggerak atau pengelolanya. Sehingga gabungan keduanya (basis data dan aplikasi) dapat menghasilkan sebuah sistem.
2. Fungsi Database
1. Ketersediaan/ Availability
Fungsi basis data yang pertama adalah untuk menyediakan data-data penting saat sedang diperlukan. Ya, ini adalah fungsi penting dari basis data yang meskipun tidak terletak dalam satu lokasi, dan tersimpan dalam bentuk disk, akan tetapi dengan cara penyimpanan yang sistematik, informasi tersebut mudah untuk didapatkan.
2. Mudah dan Cepat/ Speed
Selanjutnya, fungsi dari basis data ini adalah agar Anda sebagai pengguna bisa dengan mudah mengaksesnya saat sedang membutuhkan. Tidak perlu tunggu nanti, apalagi harus mengalokasikan waktu tertentu untuk memanggilnya.
3. Kelengkapan/ Completeness

Basis data harus menyimpan data yang lengkap, yang bisa melayani keperluan penggunanya secara keseluruhan. Meski kata lengkap yang dipakai disini sifatnya relatif, namun setidaknya data tersebut membantu memudahkan untuk menambah koleksi data, dan menjamin mudahnya pengguna untuk memodifikasi struktur data yang ada, sebut saja field-field data yang tersedia.
4. Accuracy dan Security
Fungsi data base selanjutnya adalah untuk accuracy atau keakuratan. Jadi, agar kesalahan dapat ditekan semaksimal mungkin, Anda bisa lakukan pengorganisasian file-file database dengan baik untuk menghindari kesalahan pada proses data entry dan juga dalam proses penyimpanan atau datastore.
Selain itu, fungsi database adalah untuk security atau keamanan. Ada fasilitas pengaman data yang disediakan oleh sistem basis data yang baik sehingga data tidak bisa dimodifikasi, diakses, diubah maupun dihapus oleh yang tidak mendapatkan hak untu melakukannya.
5. Storage Efficiency

Pengorganisasian data dilakukan dengan baik dengan tujuan untuk menghindari duplikasi data yang berpengaruh pada bertambahnya ruang penyimpanan dari basis data tersebut. pengkodean dan juga relasi data bermanfaat untuk menghemat space penyimpanan dalam basis data.
3. Manfaat Database
1. Tidak terjadi redudansi basis data
Seperti yang sudah disinggung pada pengertian database sebelumnya, database bisa membantu meminimalkan redudansi data. Redudansi merupakan terjadinya data-data ganda dalam berkas-berkas yang berbeda.
2. Integritas data terjaga
Database memastikan integritas data yang tinggi dimana database akan memastikan keakuratan, aksesbilitas, konsistensi dan juga kualitas tinggi pada suatu data.
3. Independensi data terjaga
Database menjaga independensi data dimana orang lain tidak dapat merubah data meskipun data bisa diakses.
4. Kemudahan berbagi data
Menggunakan perangkat lunak database bisa digunakan untuk berbagi data atau informasi dengan sesama pengguna lainnya.
5. Menjaga keamanan data
Database menjamin keamanan suatu informasi dan data, dimana anda bisa menyisipkan kode akses untuk data-data tertentu yang tidak bisa diakses bersama.
6. Kemudahan akses data
Dengan database bisa memudahkan untuk mengakses dan mendapatkan data karena semua data terorganisir dengan baik.
4. Sistem Database
Sistem basis data adalah sistem yang terdiri atas kumpulan tabel data yang saling berhubungan dan kumpulan program yang memungkinkan beberapa pemakai atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi tabel tabel data tersebut.
5. Komponen Sistem Database
1. Perangkat keras

Perangkat keras atau hardware yang umumnya terdapat dalam sistem basis data adalah komputer, hard disk, memori sekunder offline, dan perangkat komunikasi jaringan.
2. Sistem operasi

Sistem operasi adalah program yang dirancang untuk mengaktifkan sistem komputer dan mengendalikan seluruh sumber daya yang ada di dalamnya termasuk operasi-operasi dasat komputer.
3. Basis Data
Data mengandung pengertian sebagai kumpulan dari sejumlah file atau tabel yang membentuk sebuah database. Data merupakan komponen terakhir dari bangunan database yang tersusun secara berjenjang dari karakter, field, record, file, dan data.
Komponen ini adalah sekumpulan data yang terorganisir dengan baik sehingga data tersebut mudah disimpan, diakses, dan juga dapat dimanipulasi. Sistem basis data dapat terdiri dari beberapa basis data yang memiliki data masing- masing.
4. Database Management System
DBMS atau database management system adalah program aplikasi khusus yang dirancang untuk membuat dan juga mengelola database yang tersedia. Sistem ini berisi koleksi data dan set program yang digunakan untuk mengakses database tersebut.

DBMS adalah software yang berperan dalam mengelola, menyimpan, dan mengambil data kembali. Adapun mekanisme yang digunakan sebagai pelengkap adalah pengaman data, konsistensi data dan pengguna data bersama. Contoh dari DBMS adalah Microsoft Access, MySql, Oracle databse, Sybase, Borland-Interbasi, PostgreSQL dll.
5. Pemakai (User)

6. Software program aplikasi
Aplikasi ini tergantung kebutuhan, pemakai basis data bisa dibuatkan program khusus untuk melakukan pengisian, pengubahan atau pengambilan data yang mudah dalam pemakaianya. Program tersebut ada yang tersedia langsung dalam DBMS atau dibuat menggunakan aplikasi lain seperti misalnya Visual Basic.

Perangkat lunak program aplikasi database yang umum digunakan dalam pemrograman dan dianggap sebagai perangkat database high level, contohnya seperti MySQL, Oracle, Microsoft SQL Server, dll.
6. Database Language
Bahasa database merupakan bahasa data yang dapat ditempelkan kedalam bahasa pemrograman yang lain, sebut saja Java, Pascal, Fortran dst. Bahasa dimana instruksi data base menempel disebut inang. Beberapa komponen Bahasa data base menurut fungsinya dibagi tiga, yaitu:
1. Data Control Language (DCL)
DCL merupakan sub bahasa untuk mengendalikan struktur internal basisdata, DCL untuk menyesuaikan sistem agar supaya lebih efisian dan DCL sangat bergantung pada vendor.
2. Data Definition Language (DDL)
Struktur / skema basis data yang menggambarkan / mewakili desain basis data secara keseluruhan dispesifikasikan dengan bahasa khusus yaitu DDL. Dengan bahasa ini kita dapat membuat tabel (create table) baru, indeks, mengubah table, menentukan struktur penyimpanan table, dan lainnya. Hasil dari kompilasi perintah DDL, adalah kumpulan table yang disimpan dalam file khusus yang disebut kamus data (data dictionary).
Kamus data merupakan suatu metadata (superdata), yaitu data yang mendiskripsikan data sesungguhnya. Contoh perintah DDL dengan Foxpro adalah create matakuliah, modify report, modify structure, dan lainnya, sedangkan perintah DDL dengan MS-SQL Server 2000, contohnya adalah create new database dbPenjadwalan dan contoh lainnya adalah new table dosen dengan struktur sebagai berikut:
Contoh Create Data Base

Contoh Create Table

3. Data Manipulation Language (DML)
Data Manipulation Language (DML) Bentuk bahasa basis data untuk melakukan menipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data. Manipulasi data pada dabase dapat berupa :
1). Penyisipan / penambahan data pada file / table dalam suatu basis data.
2). Penghapusan data pada file / table dalam suatu basis data.
3). Pengubahan data pada file / table dalam suatu basis data.
4). Penelusuran data pada file / table dalam suatu basis data.
DML merupakan bahasa yang bertujuan memudahkan pemakai untuk mengakses data sebagaimana direpresentasikan oleh model data. Ada 2 (dua) jenis DML adalah sebagai berikuit :
1. Prosedural, yang mensyaratkan pemakai menentukan, data apa yang diinginkan serta bagaimana cara mendapatkannya. Contoh :dBase, FoxBase
2. Nonprosedural, yang membuat pemakai dapat menentukan data apa yang diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara mendapatkannya. Contoh: SQL, QBE
Query adalah pernyataan yang diajukan untuk mengambil informasi di dalam suatu basis data. Query merupakan bagian dari DML yang untuk pengambilan informasi disebut Query Language.
Contoh query:

Hasil query :

7. Kelebihan Database
Kelebihan database cukup banyak diantaranya adalah:
1. Efisiensi Dalam Pengambilan dan Request Serta Transmisi Data
Kelebihan dari penggunaan sistem database adalah munculnya sebuah efisiensi dari proses lalu lintas data di dalam sebuah sistem ataupun sebuah jaringan. Dengan menggunakan sebuah sistem database, maka proses request, transmisi dan juga proses penerimaan data akan menjadi jauh lebih cepat dan juga efisien.
2. Data Bisa Digunakan dan Dimanfaatkan Oleh Banyak Pihak
Database yang tersimpan dalam sebuah bank data ataupun server hanya akan bisa diakses oleh administrator server saja apabila tidak diimplementasikan dalam sebuah sistem database. Hal ini tentu saja sangat mempersempit fungsi utama dari data yang berada pada database tersebut.
Dengan adanya sistem database, maka seluruh data yang terdapat di dalam bank data ataupun server bisa dilanjutkan dan diatur sedemikian rupa, agar bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak termasuk user.
3. Pengontrolan dan Pengawasan Terhadap Data yang Terpusat
Proses pengontrolan menjadi lebih efisien. Proses pengontrolan ini termasuk fungsi pengawasan dan juga fungsi maintenance dari setiap data yang sudah disimpan ke dalam database tersebut. Dengan adanya sebuah sistem database, maka segala bentuk pengontrolan dan juga pengawasan terhadap kondisi data dan juga lalu lintas data dapat lebih mudah dikontrol dan juga diawasi, karena sistem database menganut pengontrolan yang terpusat, dimana bisa diawasi dengan menggunakan satu program DBMS saja.
4. Efisiensi Storage dan Ruang Penyimpanan, Baik Fisik Dan Juga Virtual
Sebuah sistem database tentu saja akan membantu apabila anda memiliki kapasitas atau storage yang terbatas. Dengan adanya sistem database, maka anda bisa melakukan manajemen terhadap data yng anda miliki di dalam database, yaitu dengan cara mengurangi, menambahkan dan juga melakukan pengaturan lainnya terhadap data anda.
5. Penggunaan Tipe dan Juga Informasi Data Yang Akurat
Sistem database juga memiliki kelebihan penting lainnya, yaitu penggunaan tipe dan juga ifrmasi data yang akurat. Dengan adanya sistem database, yang memungkinkan anda melakukan pengontrolan terhadap seluruh data yang anda miiki, maka hal ini akan membantu anda dalam melihat jenis-jenis lalu lintas data yang sedang berjalan, dan sudah pernah berjalan.
8. Tipe-tipe File dalam Database
1. File Induk
a. File induk acuan: file induk yang recordnya relatif statis, jarang berubah nilainya.
b. File induk dinamik: file induk yang nilai dari record-recordnya sering berubah atau sering di update sebagai hasil dari suatu transaksi.
2. File Transaksi

File ini bisa disebut file input, digunakan untk merekam data hasi dari transaksi yang terjadi.
3. File Laporan

File ini bisa disebut output file, yaitu file yang berisi informasi yang akan ditampilkan.
4. File Sejarah

File ini bisa disebut file arsip, merupakan file yang berisi data masa lalu yang sudah tidak aktif lagi.
5. File Cadangan

File ini merupakan salinan dari file-file yang masih aktif di dalam database pada suatu saat tertentu. File ini digunakan sebagai pelindung atau cadangan bila file database yang aktif mengalami kerusakan atau hilang.
6. File Kerja
/a-green-recycling-symbol-109270526-577047425f9b585875bbf936.jpg)
File ini merupakan file sementara (cache file) untuk suatu proses program untuk menghemat memori dan akan dihapus kembali bila proses selesai.
Saya rasa cukup sampai disini dulu pembahasan kita. Lebih dan kurang mohon maaf.
Komentar
Posting Komentar